Selasa, 07 April 2015

Asal Usul Bahasa Bugis

Asal Usul Bahasa Bugis




Art and Literature in South Sulawesi, Lontara, SouthsulawesiArticles.blogspot.com


Sebenarnya apa sih artinya bugis,terus kenapa bugis ini dijadikan kata juga lambang dari suku sulawesi selatan ?? kira-kira kenapa yah ?? mari kita bahas

Bugis sebenarnya merupakan suku dari Deutero melayu,atau melayu muda, masuk ke nusantara setelah gelombang migrasi pertama Asia tepatnya Yunan,kata bugis sendiri sebenarnya berasal dari kata To Ugi,yang berarti Orang bugis,penamaan Ugi sendiri merujuk pada raja pertama kerajaan Cina (Bukan tiongkok melainkan tetapi yang terdapat di Jazirah Sulawesi Selatan tepatnya kecamatan Pemmana Kabupaten Wajo saat ini) yaitu La Sattumpungi
Nah selanjutnya ketika rakyat Lasatumpungi menamakan dirinya,mereka merujuk pada raja mereka,mereka menjulukidiri mereka sebagai To Ugi atau pengikut raja Lasattumpungi,Lasattumpungi sendiri adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara lattu ayahanda dari saweri gading



 Sedangkan Saweri gading sendiri adalah isteri dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo,dia yang membuat lebih dari 9000 halam folio karya sastra namanya pun sampai kini sangat tenar di sulawesi bahkan dijadikan nama untuksebuah museum.
Dalam perkembangan selanjutnya komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan lain dan kemudian membentuk aksara,bahasa dan pemerintahan mereka sendiri,beberapa kerajaan klasik yang terkenal adalah Luwu,Bone,Wajo,Soppeng,Suppa dan Sawitto (Pinrang),Sidrap (sidenreng dan Rappang),meski tersebar dan membentuk etnik bugis tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar dan sampai saat ini orang bugis tersebar di beberapa kabupaten antara lain Luwu,Bone,Wajo,Soppeng,Sidrap,Sinjai,Pinrang barru. Sedangkan daereha peralihan bugis dan makassar antara lain Bulukumba,Sinjai,maros,Pangkajene dan Kepulauan, Daerah peraliahan Bugis dan Mandar antara lain kabupaten Polmas dan Pinrang.

Dan karena masyarakat bugis tersebar di beberapa dataran rendah yang subur dan pesisir,maka kebanyakan dari masyarakat bugis hidup sebagai petani dan nelayan,mata pencaharian lain masyarakat bugis adalah pedagang,masyarakat bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan,konflik bugis dengan makassar apada abad 16,17,18,19 menyebabkan tidak tenangnya daerah bugis sulawesi selatan. Hal ini menyebabkan banyaknya orang-orang bugis yang bermigrasi terutama didaerah pesisir dinusantara bahkan sampai ke malaysia,filipina,thailand. 

Asal usul orang bugis hingga saat ini masih belum jelas. Hal ini disebabkan oleh kurangya bukti otentik baik berupa prasasti atau dokumen-dokumen sejarah yang dapat mendukung penelusuran sejarah orang Bugis. Sumber tertulis setempat yang dapat diandalkan hanya berisi informasi abad ke 15 dan sesudahnya.

Art in South Sulawesi, Southsulawesiarticles.blogspot.com
Pinisi
Akan tetapi, Orang Bugis zaman dahulu, menganggap nenek moyang mereka adalah pribumi yang telah didatangi titisan langsung dari “dunia atas” yang “turun” (manurung) atau dari “dunia bawah” yang “naik” (tompo) untuk membawa norma dan aturan sosial ke bumi (Pelras, The Bugis, 2006)

Menurut riwayat kuno bahwa to manurung pertama yang menginjakkan kakinya di dataran Sulawesi adalah Tamboro Langi’. Dia berdiri di puncak Gunung Latimojong. Ketika itu, daerah sulawesi tergenang air dan hanya puncak Gunung Latimojong bagian selatan dan bagian tengah yang masih kering. Tamboro Langi kemudian menikah dengan  Tande Bili, seorang dewi yang muncul dari sungai Saddang. Mereka memiliki putra yang bernama Sandaboro yang selanjutnya melahirkan La Kipadada. La Kipadada inilah yang membangun tiga kerajaan besar yaitu, Rongkong (asal mula kerjaan Toraja), Luwu (asal mula kerjaan bugis) dan Gowa (asal mula kerjaan Makassar).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar